Sudah masuk akhir minggu ke dua stay at home, laporan harian jubir covid19 sudah melaporkan jumlah kasus diangka level ke dua 1046 kasus, dengan kematian sekitar 87, kasus baru 153, sembuh 46 (27/3/20) dan menempatkan negeri +62 ini sebagai negeri dengan casa farality rate tertinggi dunia. Pertumbuhan kasus ini cukup mengkwatirkan secara regional. Kalau berkaca dari angka reproduksi Ro corona 2.6, kasus covid19 masih akan terus melaju. Dengan jumlah kematian tersebut, maka metaphora gunung es nya menunjukkan kasus yang beredar di populasi sudah puluhan ribu.

Kompartement yang perlu mendapat perhatian serius adalah.

  1. Mengurangi kelompok rentanmya dengan penguatan kekebalan kelompok atau individu. Booster imunitasnya, multi nutrien, dan berjemur sinar matahari.
  2. Mengurangi jumlah kelompok terinfeksi, dengan perlindungan umum dan khusus. Pengawasan ODP, tracing kelompok berisiko screening, penemuan dini kasus baru untuk menghentikan laju penularan dan APD itu mutlak bagi petugas.
  3. Quaratina untuk menghentikan peredaran orang. ingat virus tidak bergerak sendiri, virus ikut pada pergerakan orang. dengan tinggal dirumah virus akan bertumbuh normal.
  4. Meningkatkan jumlah dan percepatan kesembuhan dengan teraphy pengobatan yang efektif.

Ingat sumber penular covid-19 adalah carrier/pembawa yang bisa berupa :
a. orang sehat, yg belum ada gejala, ini disebut healthy carrier.

b. orang yg sakit, tentu ini industri virus level tinggi.

c. orang yang baru sembuh, disebut convalesence carrier, mereka bisa menjadi sumber penular karena, dalam tubuhnya kemungkinan masih ada si corona.

Dari kajian sistem kesehatan, unit layanan kesehatan: UKP dan UKM, RS, sudah menunjukkan betapa sistem kesehatan kita sangat rapuh dan untuk itu perlu pembenahan yang serius. mulai SDM, kefarmasian, teknologi, sistem informasinya, penyiapan SDM kes yg siap melacak dan mengontrol klb, dll.

Baru terasa, kesehatan bukan segalanya, tapi tanpa kesehatan semua yang ada tak berarti. Kuasa yang kau miliki, hartamu, dsb-nya tak berdaya melawan jazad renik si covid-19, bahkan seolah membuat penguasa jadi gagap, dari tuduhan mencari panggung hingga cuek bebek dengan korban yang terus berjatuhan.

Menyerahkan perlindungan covid kepada masyarakat, itu artinya kau melepaskan kendali kontrol emergency ini kepada seseorang yang bukan ahlinya. Cara fikir selalu bermuara di hilir, menghitung korban, tempat tidur di RS dsb. telah menempatkan kita semua pada situasi ini. situasi yang sangat pahit. Padahal, jauh hari sebelum ini semua terjadi, warning dari berbagai informasi terpercaya, untuk segera memobolisasi sumber daya: lakukan pencegahan, perkuat promosi. tutup pintu2 perbatasan, karantina penuh. Sekarang Negara dalam keadaan gawat darurat, hadirlah untuk memberikan jaminan bahwa rantai perlindungan dari si covid terjamin.
Suplai APD , logistik hingga keamanan tetap terkontrol.
Untuk seluruh anak bangsa, ini waktunya menunjukkan peran terhadap pentingnya perlindungan kesehatan.
Ikuti saran/rekomendasi WHO dengan lima langkah.
1. pakai tangan yang bersih,
2. pakai siku, bila bersin
3. Jangan menyentuh muka; mulut, hidung dan mata,
4. Jaga Jarak fisik min 1 m. dan
5. Tinggal di rumah.

Kalau semua sudah dilaksanakan, tetaplah bahagia. kelola stressnya dengan banyak berdoa. keadaan ini tidak berdiri sendiri, Allah swt punya rencana, manusia punya rencana. Rencana Allah jualah yang akan terjadi.

Makassar 28 Maret 2020
Ridwan Amiruddin
#Persakmi peduli covid-19
#Be safe, be smart, be support each other.
#Be ready to fight #covid-19
#Be happy this week end



Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind

  • Berapa Pengguna Mobile Sehingga memiliki potensi untuk meningkatkan kemajuan pada bisnis Anda secara signifikan? Bikin Apps Android Sekarang Sangatlah Mudah, Tanpa Harus Ngoding, Cukup Drag And Drop

    https://mulaiaja.com/androaplikasikoe/

  • Categories

  • Edutebe Apps – Peduli Tuberkulosis

  • Kini Saatnya Anda Bisa Memiliki Penyimpanan Google Drive Tanpa Batas alias Unlimited

    http://kalyubidigital.com/aff/15/159/

  • Lawan Covid19